Laman

20/12/18

Cerita di bulan November

Masih sangat bisa dihitung jari lamanya pertemuan saya dengannya. Bukan bertemu lebih tepatnya, tapi mulai saling mengenal. Terlalu singkat waktu itu. 

Sosok yang asing tapi sapaannya begitu hangat, candaannya begitu menggemaskan sampai saya seringkali di buat seperti orang gila karena selalu cekikikan ketawa ketiwi tanpa alasan di depan layar handphone.

Hampir sudah lupa rasanya. Iya, hampir.  

Tidak tau sama sekali tentang dirinya, pun sebaliknya. Memang asing, sangat asing karena diluar radar hahahaha tapi saya senang bisa berkenalan dengan dirinya. Meskipun waktu itu terlalu singkat, sampai-sampai saya tidak tau bahwa dia akan pergi.


"See you on top", lanjutan balasan saya waktu itu.

Rasanya ada hal lain ketika membalas dengan kalimat itu dan ternyata benar, perasaan saya tidak salah, bukan firasat yang buruk namun hal baik untuk dirinya.

Hei anak baik :p
Sepertinya masih ada janji yang belum terlunasi tapi kamu sudah pergi duluan.
Belum sempat menikmati hot chocolate yang kamu buatkan untuk aku, manisan bola kusut yang akan dicari bersama, go food sembako yang kamu bilang akan mengirimkannya ke kantorku hahaha lucu rasanya kalo harus ingat itu lagi.

Saya suka dengan skenario yang Allah buat tentang saya dengan dirinya meskipun hanya sebatas itu.

Terimakasih untuk perkenalan singkatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar